TUGAS
MATA KULIAH
PENGOLAHAN DATA CITRA
(REVIEW
LITERATUR)
Dosen
Pengampu : Dra. Bitta Pigawati MT
identifikasi PENGINDERAAN JAUH
Pertemuan
ke-2
Disusun Oleh:
Damayanti Retnaningtyas
21040111060018
PROGRAM
STUDI DIPLOMA III
PERENCANAAN
WILAYAH DAN KOTA
FAKULTAS
TEKNIK
UNIVERSITAS
DIPONEGORO
2012
PENGINDERAAN JAUH
1. Definisi Penginderaan
Jauh
Penginderaan jauh merupakan ilmu atau ketrampilan yang digunakan untuk memperoleh informasi mengenai obyek daerah, fenomena melalui analisis dengan suatu alat dan tanpa kontak langsung dengan obyek daerah, fenomena yang dikaji. (Bitta Lillesand dan Kiefer, 1979))Sedangkan menurut para ahli, penginderaan jauh adalah suatu pengurangan atau perolehan data pada obyek di permukaan bumi dari satelit atau instrumen lain jauh diatas obyek yang diindera dengan menggunakan sensor radiasi elektromagnetik kemudian diinterpretasikan sehingga menghasilkan informasi yang bermanfaat.
Perubahan jumlah obyek pada satu lokasi yang terdapat pada dua atau lebih citra akan memberikan informasi tentang pertumbuhan fenomena di lokasi tersebut. Informasi pada suatu lokasi yang sama dari dua citra yang berbeda waktu perekamannya memberikan informasi multi temporal. Informasi multi temporal ini sangat bermanfaat dalam menganalisis perubahan fenomena yang terjadi pada rentang waktu tertentu di lokasi tersebut.
Remote Sensing merupakan istilah penting dalam penginderaan jauh. Pada umumnya, remote sensing digunakan untuk menyatakan identifikasi rupa bumi dengan analisis radiasi elektromagnetik yang dipantulkan atau dipancarkan oleh permukaan bumi. Setiap obyek yang pada permukaan bumi memantulkan atau menghamburkan sebagian dari energy elektromagnetik yang mengenai obyek tersebut. Selain itu, obyek juga memancarkan radiasi sesuai dengan temperature dan emisivitas (S).
3. Cara Kerja Penginderaan Jauh
Berikut
bagan perjalanan energy dalam penginderaan jauh:
Gambar 1 perjalanan energy dalam
inderaja
Keterangan
gambar :
A : Matahari sebagai sumber energi
B : Gelombang elektromagnetik berjalan
menuju obyek
C : Berbagai obyek dimuka bumi dengan
berbagai karakter
D : Gelombang elektromagnetik dipantulkan
obyek
E : Energi pantulan ditangkap sensor
penginderaan jauh
F : Data rekaman energi pantulan dikirim ke
stasiun bumi
G : Data rekaman energi pantulan diolah
menjadi citra
H : Citra siap digunakan untuk berbagai
aplikasi
Proses
dimulai dari matahari, kemudian melalui gelombang elektromagnetik menuju obyek
di bumi, mengalami pemantulan dan ditangkap oleh satelit. Setelah itu data
citra dikirimkan ke bumi dan siap untuk digunakan.
Informasi yang dibawa dari permukaan
bumi pada citra siap digunakan untuk kepentingan tertentu, misalnya :
a. Sumber
energy merupakan hal utama yang sangat berpengaru h dalam penginderaan jauh
sebagai penyedia energy
b. Radiasi
dan atmosfer, yang merupakan perantara dalam perolehan energy dari sumber ke
target
c. Interaksi
energy dengan target
d. Perekaman
energy dengan sensor
e. Transmisi
energy dari sumber ke sensor
f. Interpretasi
dan analisis data hasil perekaman (citra).
g. Sebagai
aplikasi
44. Satelit
Penginderaan Jauh
Penggunaan satelit buatan sebagai sarana penginderaan jauh (remot sensing) dimulai dari aktivitas pengintaian militer pada saat Perang Dingin, yaitu setelah peluncuran satelit buatan pertama yang mampu mengorbit bumi (Sputnik-1) pada decade 1960-an. Kemudian berkembang dalam bentuk pemotretan bentuk muka bumi melalui wahana pesawat terbang yang menghasilkan foto udara dan bentuk penginderaan jauh berteknologi satelit yang mendasarkan pada konsep gelombang elektromagnetis. Satelit penginderaan jauh sumber daya yang banyak dimanfaatkan selama ini merupakan satelit yang menggunakan system optis. Rentang gelombang elektromagnetik yang lebih luas dalam penginderaan jauh meliputi gelombang pendek mikro hingga spektrum yang lebih pendek seperti gelombang infra merah, gelombang tampak, dan gelombang ultra violet (Elachi, 2006).
DAFTAR
PUSTAKA
Budiyanto, Eko.2010. “Penginderaan
Jauh” dalam http://geo.fis.unesa.ac.id diunduh pada Rabu 5 September 2012
Yaslinus. 2009.” Penginderaan Jauh”
dalam http://www.oocities.org . diunduh pada Selasa, 4 September 2012
Riyanto, Indra. 200 dalam
literature Pemetaan Daerah. Jakarta :
Fakultas Teknik Universitas Indonesia

